Friday, May 2, 2014

Peran Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Inovasi Dalam Pembangunan Daerah


“Inti dari berkembangnya ekonomi dan masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge-based economy/society) sebenarnya adalah semakin kuatnya sistem inovasi. Setidaknya ada tiga alasan atau tujuan pokok mengapa penguatan sistem inovasi dibutuhkan oleh Indonesia ke depan. Pertama, untuk mempercepat kemampuan memenuhi kebutuhan atau hak dasar rakyat dan perlindungan publik. Perbaikan ketahanan pangan dan energi, bahkan perlindungan publik atas keamanan dari produk dan teknologi adalah di antara contoh ranah penting bagian ini yang perlu kita tingkatkan,” ungkap Sekretaris Utama BPPT, Jumain Appe kala membuka Forum Kerjasama Daerah, Jakarta (17/12).

Tujuan kedua, lanjut Jumain  adalah untuk meningkatkan peran Iptekin sebagai enabler, accelerator, dan transfomer pembangunan dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat kohesi sosial. Penguatan sistem inovasi mutlak diperlukan untuk mempercepat peningkatan kemampuan dan posisi Indonesia yang memiliki daya saing yang tinggi, serta pada saat bersamaan membawa kepada kohesi sosial yang semakin kuat. Tujuan ketiga, sebutnya adalah dalam memaknai cita-cita NKRI kita tidak dapat lagi mengabaikan dimensi Iptekin, karena suka atau tidak suka, semakin kita sadari bahwa esensi kedaulatan semakin ditentukan atau setidaknya dipengaruhi oleh kemampuan kita di bidang Iptekin.
Jumain kemudian menuturkan mengenai beberapa prakarsa penting yang dilakukan BPPT bersama mitra daerah dalam penguatan Sistem Inovasi Daerah Inovatif, seperti membangun ekosistem yang kondusif bagi berkembangnya bisnis dan masyarakat inovatif yang dilakukan di Kota Cimahi, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pelalawan, yakni dengan memperbaiki dokumen-dokumen perencanaan pembangunan (RPJMD) supaya sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, serta telah mengadopsi roadmap penguatan sistem inovasi di dalamnya. “Prakarsa lain yang dilakukan antara lain memperbaiki sistem perizinan bisnis di Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekalongan, membangun dan mengembangkan perguruan tinggi di Kabupaten Pelalawan, pembangunan ruang publik kreatif di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pada acara yang mengambil tema Peran Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Inovasi (Iptekin) Dalam Pembangunan Daerah ini, juga dihadiri oleh Kepala Daerah mitra kerja BPPT, seperti Bupati Pelalawan, Bantaeng dan Walikota Pekalongan juga turut hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan kisah suksesnya dengan bermitra bersama BPPT.
Kisah sukses yang dapat juga diadopsi oleh daerah lainnya antara lain prakarsa  klaster industri yang dikembangkan di Kota Cimahi, klaster industri kreatif. Kemudian  klaster industri yang dikembangkan di Kota Pekalongan yakni klaster  industri batik, sedangkan Kabupaten Pelalawan Riau memgembangkan klaster pariwisata dan klaster industri hilir sawit.
Beberapa prestasi dari mitra daerah yang didampingi BPPT antara lain Kota Cimahi memperoleh E-gov Award dan ICT Pura tahun 2011,  serta Anugerah Inovasi Jabar; Kota Pekalongan tahun 2013 antara lain memperoleh K.H. Dewantara Award (Penerapan TIK Untuk Pendidikan),  Penghargaan dari Kemenristek sebagai Kota Percontohan Penerapan Egov Berbasis Teknologi Open Source, Rekor Dunia MURI, Kategori Pemda Terbanyak Mengembangkan dan Memanfaatkan Aplikasi OSS, Juara I Nasional Pos Layanan Teknologi (Posyantek) – dalam rangka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG), serta penghargaan nasional lain yang berkaitan dengan inovasi di tahun sebelumnya.  Sementara itu Kabupaten Pelalawan yang baru satu tahun didampingi BPPT, bersama Kota Pekalongan, terpilih sebagai nominator di antara 25 daerah penerima innovation government  award (IGA) tahun 2013 dari Kemendagri.
Berdasarkan pengalaman BPPT dalam mendampingi beberapa daerah,  Jumain kemudian meyakini bahwa inovasi dapat berkembang secara optimal apabila kita dapat mengelola tiga hal, yakni perbedaan pendapat/gagasan, sumber daya manusia yang mumpuni, dan keterbukaan di antara pelaku-pelakunya. Selain itu, keberhasilan mengembangkan bisnis dan masyarakat yang inovatif akan sangat ditentukan oleh kualitas leadership (kepemimpinan) di berbagai tingkatan, baik kepala daerah, para kepala SKPD dan para pelaku bisnis sendiri.  “Komitmen dan konsistensi semua pihak, untuk bersama-sama mau melakukan perubahan melalui terobosan dalam melaksanakan pembangunan, merupakan kunci keberhasilan seluruh prakarsa tersebut,” tegasnya.


“Inti dari berkembangnya ekonomi dan masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge-based economy/society) sebenarnya adalah semakin kuatnya sistem inovasi. Setidaknya ada tiga alasan atau tujuan pokok mengapa penguatan sistem inovasi dibutuhkan oleh Indonesia ke depan. Pertama, untuk mempercepat kemampuan memenuhi kebutuhan atau hak dasar rakyat dan perlindungan publik. Perbaikan ketahanan pangan dan energi, bahkan perlindungan publik atas keamanan dari produk dan teknologi adalah di antara contoh ranah penting bagian ini yang perlu kita tingkatkan,” ungkap Sekretaris Utama BPPT, Jumain Appe kala membuka Forum Kerjasama Daerah, Jakarta (17/12).

Tujuan kedua, lanjut Jumain  adalah untuk meningkatkan peran Iptekin sebagai enabler, accelerator, dan transfomer pembangunan dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat kohesi sosial. Penguatan sistem inovasi mutlak diperlukan untuk mempercepat peningkatan kemampuan dan posisi Indonesia yang memiliki daya saing yang tinggi, serta pada saat bersamaan membawa kepada kohesi sosial yang semakin kuat. Tujuan ketiga, sebutnya adalah dalam memaknai cita-cita NKRI kita tidak dapat lagi mengabaikan dimensi Iptekin, karena suka atau tidak suka, semakin kita sadari bahwa esensi kedaulatan semakin ditentukan atau setidaknya dipengaruhi oleh kemampuan kita di bidang Iptekin.
Jumain kemudian menuturkan mengenai beberapa prakarsa penting yang dilakukan BPPT bersama mitra daerah dalam penguatan Sistem Inovasi Daerah Inovatif, seperti membangun ekosistem yang kondusif bagi berkembangnya bisnis dan masyarakat inovatif yang dilakukan di Kota Cimahi, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pelalawan, yakni dengan memperbaiki dokumen-dokumen perencanaan pembangunan (RPJMD) supaya sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, serta telah mengadopsi roadmap penguatan sistem inovasi di dalamnya. “Prakarsa lain yang dilakukan antara lain memperbaiki sistem perizinan bisnis di Kabupaten Pelalawan dan Kota Pekalongan, membangun dan mengembangkan perguruan tinggi di Kabupaten Pelalawan, pembangunan ruang publik kreatif di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pada acara yang mengambil tema Peran Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Inovasi (Iptekin) Dalam Pembangunan Daerah ini, juga dihadiri oleh Kepala Daerah mitra kerja BPPT, seperti Bupati Pelalawan, Bantaeng dan Walikota Pekalongan juga turut hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan kisah suksesnya dengan bermitra bersama BPPT.
Kisah sukses yang dapat juga diadopsi oleh daerah lainnya antara lain prakarsa  klaster industri yang dikembangkan di Kota Cimahi, klaster industri kreatif. Kemudian  klaster industri yang dikembangkan di Kota Pekalongan yakni klaster  industri batik, sedangkan Kabupaten Pelalawan Riau memgembangkan klaster pariwisata dan klaster industri hilir sawit.
Beberapa prestasi dari mitra daerah yang didampingi BPPT antara lain Kota Cimahi memperoleh E-gov Award dan ICT Pura tahun 2011,  serta Anugerah Inovasi Jabar; Kota Pekalongan tahun 2013 antara lain memperoleh K.H. Dewantara Award (Penerapan TIK Untuk Pendidikan),  Penghargaan dari Kemenristek sebagai Kota Percontohan Penerapan Egov Berbasis Teknologi Open Source, Rekor Dunia MURI, Kategori Pemda Terbanyak Mengembangkan dan Memanfaatkan Aplikasi OSS, Juara I Nasional Pos Layanan Teknologi (Posyantek) – dalam rangka Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG), serta penghargaan nasional lain yang berkaitan dengan inovasi di tahun sebelumnya.  Sementara itu Kabupaten Pelalawan yang baru satu tahun didampingi BPPT, bersama Kota Pekalongan, terpilih sebagai nominator di antara 25 daerah penerima innovation government  award (IGA) tahun 2013 dari Kemendagri.
Berdasarkan pengalaman BPPT dalam mendampingi beberapa daerah,  Jumain kemudian meyakini bahwa inovasi dapat berkembang secara optimal apabila kita dapat mengelola tiga hal, yakni perbedaan pendapat/gagasan, sumber daya manusia yang mumpuni, dan keterbukaan di antara pelaku-pelakunya. Selain itu, keberhasilan mengembangkan bisnis dan masyarakat yang inovatif akan sangat ditentukan oleh kualitas leadership (kepemimpinan) di berbagai tingkatan, baik kepala daerah, para kepala SKPD dan para pelaku bisnis sendiri.  “Komitmen dan konsistensi semua pihak, untuk bersama-sama mau melakukan perubahan melalui terobosan dalam melaksanakan pembangunan, merupakan kunci keberhasilan seluruh prakarsa tersebut,” tegasnya.

Tuesday, August 20, 2013

GLOBAL WARMING

Global Warming atau pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat meningkatnya emisi gas (pelepasan) gas-gas hasil pembakaran baik dari industri, kendaraan bermotor, pembakaran hutan, dan pembakaran-pembakaran lainnya ke atmosfer.Pemanasan global ini menyebabkan perubahan iklim seperti meningkatnya curah hujan di belahan bumi yang satu dan menimbulkan kekeringan dibelahan bumi yang lain. Perubahan iklim ini berdampak besar pada ekosistem di bumi. Daratan lautan, dan udara semuanya mengalami kejutan dan tekanan yang luar biasa sehingga mengubah keseimbangan sistem yang sudah diciptakan Tuhan agar harmonis untuk ditinggali manusia. Mengapa bisa begitu ?Setiap hari matahari melepaskan panasnya ke bumi. Panas  matahari itu diserap oleh tanah, air, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan ekosistem lainnya.setelah diserap, sebagian energi itu akan dipantulkan kembali ke atmosfer, yang kemudian dilemparkan ke luar angkasa. Tetapi karena menumpuknya gas-gas hasil pembakaran di atmosfer, energi panas matahari itu menjadi terkurung sehingga membuat suhu bumi kian waktu kian memanas. Gas-gas rumah kacalah yang membuat panas matahari tak bisa keluar atmosfer. Menurut para ahli bumi kita ini suhunya naik 0,5 derajat Celcius jika dibandingkan dengan 100 tahun yang lalu.apa itu Gas-gas rumah kaca ?

Monday, August 19, 2013

Makna Cinta

Keuntungan Tetap Setia Kepada Satu Pasangan Hidup ---Masih ingat dengan tersangkah kasus korupsi suap Ahmad Fathanah, yang ternyata memiliki hubungan dengan banyak wanita muda? Tidakkah ia merasa puas dengan satu pasangan saja? Manusia memang berbeda, apalagi jika dikaitkan dengan orientasi seksual. Namun memiliki dan setia kepada satu pasangan saja itu sebenarnya sangat menguntungkan. Tidak akan terkena serangan vertigo jika mendengar kata "Adil" dan lainny6a sebagainya.Khusus bagi kamu yang kebetulan saat sedang berpikir untuk tidak setia dan ingin mencoba hidup dengan banyak pasangan, mungkin ada baiknya membaca beberapa Keuntungan Tetap Setia Kepada Satu Pasangan, seperti yang di jelaskan pada Artikel Cinta kali ini.

Artikel Pendidikan

Perpustakaan, Oh Perpustakaan

MINAT baca selama ini menjadi salah satu masalah besar bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak, saat ini minat baca masyarakat Indonesia termasuk yang terendah di Asia.Indonesia hanya unggul di atas Kamboja dan Laos. Padahal semakin rendah kebiasaan membaca, penyakit kebodohan dan kemiskinan akan berpotensi mengancam kemajuan dan eksistensi bangsa ini. Parahnya lagi, rendahnya minat baca bukan hanya terjadi pada masyarakat umum, di SD, SMP, SMA, bahkan di perguruan tinggi pun minat baca mahasiswa sangat rendah. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi di Jepang.Saat ini tentu kita sudah melihat bagaimana kemajuan perkembangan iptek di Jepang. Semua itu disebabkan karena pemerintah Jepang sangat memprioritaskan kebutuhan bahan bacaan masyarakatnya, terutama anak-anak sekolah dan mahasiswa, sehingga tak mengherankan jika perpustakaan, terutama di kampus-kampus Jepang, selalu ramai dikunjungi mahasiswa.Berbeda dari kondisi perpustakaan kampus di Indonesia, perpustakaan kampus tak lebih hanya sebagai tempat penyimpanan dan pajangan berbagai koleksi buku dan bahan referensi lainnya. Lebih ironis lagi, perpustakaan kampus sering dijadikan sebagai tempat untuk pacaran, bukan tempat membaca dan berdiskusi.Sebagai seorang mahasiswa dan calon ilmuwan, perpustakaan seharusnya menjadi tempat yang paling dicari, terutama dalam mencari referensi untuk membuat atau menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.Menumbuhkan Minat BacaFaktor yang menjadi peyebab sepinya perpustakaan, selain minat baca mahasiswa yang menurun, juga karena perpustakaan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dengan tidak memenuhi kebutuhan mahasiswa. Untuk memenuhi kebutuhan tugas-tugas kuliah, mahasiswa seringkali lebih memilih cara instan, yaitu mencari di internet.Mengapa minat baca mahasiswa rendah?

Sunday, August 18, 2013

Tips Cara Mengenali Kepribadian Diri Sendiri



Keunikan jati diri setiap individu adalah hasil dari proses-proses terdahulu dan merupakan awal dari proses ke depan yang juga tidak perlu dibandingkan dan dinilai secara berlebihan. Kita harus memahami dan menyadari hal tersebut dengan baik. Nah, masalahnya, bagaimana cara memahami ataupun mengenali kepribadian diri sendiri? Nah, untuk itu marilah kita simak beberapa tips untuk mengenali kepribadian diri sendiri berikut ini :